Apakah Suami Menyakiti Anda Secara Emosional ?

Apakah Suami Menyakiti Anda Secara Emosional ? – Kekerasan secara emosional tidak melibatkan kekerasan fisik. Karena tidak ada tanda-tanda kekerasan secara fisik yang terlihat, maka sulit bagi seseorang untuk mengetahui apakah Dia bersama dengan suami yang secara emosional kasar serta sulit untuk memastikan bahwa suami mereka menyakiti melalui psikologis. Namun satu hal yang bisa dirasakan oleh istri yang berada dalam keadaan tersebut adalah mereka biasanya tidak nyaman dengan kehadiran suami mereka.

Apakah Suami Menyakiti Anda Secara Emosional ?Anda mungkin saja sedang berada dalam pernikahan yang kasar secara emosional dan tidak memiliki petunjuk tentang hal itu. Tidak ada pemukulan terhadap fisik yang terlibat, hanya kemunduran rasa percaya diri serta ejekan  halus yang terjadi, hal ini yang membuat seseorang merasa tidak bahagia terhadap kehidupan pernikahannya.

Hal yang terjadi tersebut berarti ada seseorang yang tersakiti secara emosional. Kondisi menyakiti seseorang secara emosional melibatkan perilaku atau bahasa tertentu yang digunakan untuk merendahkan orang lain. Hal ini jika terjadi akan merusak harga diri seseorang, rasa berharga seseorang dan kepribadian orang tersebut.

Biasanya hal ini melibatkan kekerasan verbal, yang bisa melibatkan rasa malu, mungkin  memanggil nama pasangan dengan berteriak, bukan karena jarak yang jauh. Mungkin mengurung pasangan dan memberikan ancaman. Hal ini membuat orang yang disiksa secara emosional tersebut merasa sendirian dalam hidup.

Efek kekerasan emosional bisa sangat menghancurkan. Hal ini dapat menyebabkan kecemasan, sering panik, merusak harga diri, dan terbayang bayang masalah.

Contoh kekerasan emosional

Berikut adalah contoh untuk menunjukkan bagaimana kekerasan emosional yang halus terjadi:

Iwan yang merupakan suami dari Diana, suatu waktu berjalan melewati Diana dan menghindari kontak mata dengan Diana. Namun Dia sengaja membenturkan diri ke arah Diana dengan terburu buru. Hal ini bertujuan membuat Diana merasa tidak enak. Itu membuat Diana bertanya langsung kepada Iwan apakah Dia sudah melakukan kesalahan. Ketika Diana membicarakan hal ini kepada Iwan, Iwan kemudian mengatakan bahwa Dia terlalu sensitif.

Pelecehan emosional tidak selalu halus bentuknya. Namun bisa juga dengan kekerasan. Sebagai contoh:

Iwan berusaha mengendalikan Diana, sehingga setiap kali Diana tidak bisa dikendalikan, Iwan akan menyalahkan Diana jika Diana pergi keluar menemui teman atau keluarganya. Awalnya, saat mereka hanya berteman, perilaku seperti itu tidak tampak dalam diri Iwan. Diana akan berbicara dengannya berjam-jam dan berbagi pemikiran dengannya. Tapi setelah Diana melahirkan anak pertama mereka segalanya berubah. Iwan sering berteriak kepada Diana. Diana lantas kemudian berpikir mungkin Dia tidak cukup baik sehingga Dia perlu berusaha lebih baik kepada suaminya.Tapi setiap harinya Iwan semakin menyiksanya, tidak secara fisik namun secara emosional dengan mengintimidasinya.

Orang seperti Iwan menganggap bahwa kebahagiaan mereka adalah segalanya, dan begitu mereka berpikir hak berbahagia mereka telah dilanggar, maka mereka menjadi marah. Orang yang kasar secara emosional terjebak dalam jaringan kebencian. Dia merasa tidak berdaya, dan karena itu mencoba untuk menegaskan dengan menggunakan kekuatan secara emosional. Dia menginginkan perhatian dan Dia ingin orang-orang mematuhinya. Dan bila Dia tidak dipatuhi, Dia berpikir berhak untuk menghukum orang tersebut dengan tidak berbicara dengan mereka, atau mengabaikannya.

Bagaimana mengetahui apakah suami Anda kasar secara emosional ?

Menurut para ahli, orang-orang yang menggunakan kekerasan emosional dalam pernikahan atau masa pacaran karena sesuatu hal terjadi dimasa kecil mereka, mungkin orang tua mereka cenderung suka menghakimi anak mereka dan tidak baik sehingga anak anak tersebut menjadi bias dalam membedakan arti dari rasa sayang sesungguhnya.

Apakah Suami Menyakiti Anda Secara Emosional ?

Agar seorang wanita mengenali apakah suami mereka kasar secara emosional, silahkan simak daftar tanda tanda berikut ini :

1. Suami Anda suka menyalahkan

Dia akan menyalahkan Anda untuk setiap hal yang salah dalam hidupnya. Anda mungkin menemukan kesulitan mengenali sifat ini terutama jika Dia menyalahkan dengan cara yang sangat halus. Dia juga mungkin akan menyalahkan Anda menggunakan sebuah pujian yang penuh sindiran.

BACA  Pengen Akrab Sama Ibu Mertua ? Yuk Ketahui Caranya

2. Suami Anda sering marah

Jika suami Anda adalah orang yang pemarah, kemungkinan besar dia adalah seseorang yang tidak dapat mengatasi kenyataan bahwa hidup tidak selalu adil. Bila hidup menjadi sulit, Dia akan semakin keras terhadap Anda. Ini adalah mekanisme pertahanan diri suami Anda untuk menutupi kekurangannya.

3. Dia memiliki konsep rasa memiliki yang absurd

Rasa berhaknya mungkin terkait dengan sifatnya yang penuh amarah. Dia berpikir bahwa jika hidup tidak adil baginya, maka Dia diperbolehkan untuk melanggar peraturan hanya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Ketika Dia dekat dengan seseorang, dia merasa berhak melakukan apapun yang Dia mau, untuk mendapatkan segala hal.

4. Suami Anda memiliki kompleksitas superioritas

Orang yang secara emosional kasar merasa bahwa mereka lebih baik dari orang lain. Karena itu, mereka akan sangat kompetitif dan merasa benar. Ironisnya, ini mungkin kualitas yang membuat Anda tertarik pada suami Anda, tapi setelah menikah, ini akan menjadi akar penyebab perilaku kasar secara emosional.

5. Dia terlalu sarkastik

Sarkasme dirancang untuk membuat orang lain buruk. Meski sarkasme bisa jadi hal yang lucu, namun bila digunakan bisa menjadi alat pelecehan emosional.

6. Dia berbohong

Pasangan yang kasar secara emosional cenderung berbohong tentang masa lalunya. Dia akan menutupi kebenaran tentang hidupnya dimasa lalu untuk mengesankan Anda.

7. Suami Anda pencemburu

Kecemburuan suami Anda tidak berasalan

8. Suami Anda mencoba untuk mengisolasi Anda

Jika suami Anda secara emosional kasar, maka Dia mungkin akan meminta Anda memutuskan semua hubungan dengan teman Anda. Bahkan jika Dia tidak mengatakannya dengan lantang, Dia kemungkinan akan membuat Anda enggan setiap kali Anda membuat rencana untuk bersama dengan teman atau keluarga Anda. Ini adalah usahanya untuk mengisolasi Anda sehingga Anda tidak memiliki siapa-siapa kecuali Dia.

 

Berurusan dengan pasangan yang kasar secara emosional bisa menjadi hal yang sulit. Hubungan emosional yang kasar kadang bisa menjadi candu bagi seseorang. Ketika asmara bercampur dengan rasa takut, otak Kita mengasosiasikan keduanya seolah-olah mereka selalu berdampingan. Untuk mematahkan pola ini bisa jadi sulit, tapi harus dilakukan.

Wanita yang dikasari secara emosional terkadang cenderung terbiasa dengan perilaku itu dan tidak memiliki kekuatan untuk mengakhiri hubungan yang merusak tersebut. Untuk menyenangkan dan mengesankan suaminya yang kasar secara emosional, sang istri telah membuat begitu banyak perubahan dan penyesuaian dalam perilakunya sehingga tidak memiliki rasa percaya diri.

Hal lain yang bisa menyulitkan istri untuk meninggalkan pasangan yang emosional adalah perasaan bersalah. Dia akan merasa bersalah sekaligus malu saat meninggalkan pasangannya. Karena malu dengan keluarga besar jika bercerai.

Jika Anda memiliki pasangan yang kasar secara emosional, maka Anda perlu berbicara dengan mereka tentang perilaku mereka. Kenali tanda-tanda itu dan tunjukkan pada suami Anda. Dia mungkin juga tidak menyadari perilaku kasarnya secara emosional. Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengkonsultasikan sikap tersebut pada pisikolog.


Terima kasih sudah membaca artikel

Apakah Suami Menyakiti Anda Secara Emosional ?

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply