Bagaimana Mempertahankan Hubungan LDR

Bagaimana Mempertahankan Hubungan LDR –  Pacar Anda berada di kota yang berbeda dengan Anda atau berada di negara yang berbeda dengan Anda, bagaimana menjaga dan mempertahankan hubungan jarak jauh yang sudah terjalin.

Bagaimana Mempertahankan Hubungan LDR

Bagaimana Mempertahankan Hubungan LDR1. Selalu Rencanakan Hal Terbaik Untuk Masa Depan Secara Bersama

Apa yang menyebabkan suatu hubungan LDR menjadi tidak berlanjut adalah karena ketidakpastian akan segala hal. Mungkin pernah terpikirkan apakah ini semua berarti untuk dijalani ?, Apakah Dia masih merasakan hal yang sama seperti Anda sebelumnya?, Apakah Dia secara diam-diam bertemu dengan gadis atau lelaki lain tanpa sepengetahuan Anda ?, Apakah Anda sedang bermain main dengan semua hal ini?, Atau mungkin Anda merasa tidak cocok satu sama lain dan Anda tidak menyadarinya, dan lain sebagainya.

Semakin lama Anda berdua terpisah, semakin banyak hal tentang ketidakpastian ini dan akan membusuk, tumbuh menjadi suatu bentuk krisis kebersamaan.
Karena itulah, pada saat menjalani hubungan LDR, perlu agar selalu menyusun waktu berkencan yang secara bersama sama Anda rencanakan dengan Dia. Biasanya hal ini terjadi pada saat kamu berdua bertemu.Atau bisa juga merencanakan untuk berlibur bersama, melamar pekerjaan disuatu kota bersama, melihat rumah / apartemen bersama dan lain sebagainya.
Ketika Anda berhenti atau tidak memiliki rencana akan segala sesuatu secara bersama sama, Anda akan terjebak dalam suatu kondisi emosional.

Jika dalam suatu hubungan tidak ada perkembangan, maka secara perlahan lahan hubungan itu akan sekarat dan menjadi mati.

Dan ini adalah bagain terpenting dalam hubungan jarak jauh. Anda dan Dia harus berkembang menuju sesuatu. Jika tidak, hubungan yang Anda jalani sulit untuk dipertahankan.

2. Jangan Cepat Menduga Duga Atau Menuduh Terhadap Suatu Hal

Hal menarik yang terjadi pada manusia secara psikologis pada saat Anda dan Dia terpisah adalah, Anda tidak dapat melihat satu sama lain secara sebenarnya. Bila Anda terpisah satu sama lain atau memiliki kebersamaan yang terbatas pada seseorang atau peristiwa, maka Anda mulai membuat segala macam asumsi atau penilaian yang biasanya cenderung dibesar-besarkan atau tidak benar.

Hal ini bisa terpendam dalam diri Anda dalam berbagai cara ketika menjalani hubungan LDR. Dalam beberapa kasus, seseorang menjadi sangat cemburu atau super posesif terhadap pasangan mereka, karena mereka menganggap setiap hal yang dilakukan tanpa pasangan berpotensi mengancam hubungan mereka.

Mereka menjadi paranoid, dan mulai bertanya siapa orang itu, “katakan padaku siapa pria / wanita itu”, dan mengapa Dia menulis komen di dinding Facebook Kamu, jadi, Dia adalah saudara tiri Kamu ? “Aku tidak tahu Kamu punya saudara tiri”. Mengapa Kamu tidak memberi tahu Aku bahwa Kamu memiliki saudara tiri, apakah Kamu menyembunyikan sesuatu dari Aku ?

Oke, mungkin aku tidak mendengarkan saat kau memberitahuku, tapi Aku tetap tidak ingin Kamu bergaul dengan dengannya, mengerti ?

Pasangan Anda menjadi sangat kritis, sehingga setiap hal kecil yang salah adalah akhir dari suatu hubungan. Contohnya jika ternyata baterai atau listrik mati dan pasangan Anda tidak menghubungi Anda, lalu timbul dipikiran Anda bahwa ternyata hubungan ini harus berakhir demikian, Dia sudah lupa pada Anda..

Kemudian beberapa orang mulai mengidealkan pasangan mereka sebagai orang sempurna dalam sejumlah cara yang sebenarnya itu hanya dalam fantasi mereka. Lagi pula, jika pasangan Anda tidak berada di depan Anda sepanjang hari, Anda akan menjadi lebih mudah melupakan semua bagian kepribadian mereka yang tidak menyenangkan dan akan membayangkan betapa sempurnanya mereka.

Semua fantasi irasional ini tidak membantu dalam hubungan Anda. Dan ketika terjebak dalam skenario hubungan jarak jauh, penting untuk tidak mempercayai banyak penilaian dan pemikiran Anda sendiri yang terlalu jauh. Ingatkan diri Anda bahwa Anda benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi dan hal terbaik yang dapat Anda lakukan setiap saat hanya bertanya dan berkomunikasi dengan pasangan Anda.

3. Lakukan Komunikasi Secara Mengalir

Banyak pasangan jarak jauh menciptakan peraturan atau harapan bahwa mereka harus menelepon sebanyak beberapa kali atau mereka harus berbicara satu sama lain setiap malam dalam waktu tertentu.

Hal ini bisa saja berhasil untuk beberapa orang, tapi bukankah komunikasi itu harus terjalin secara alami dan mengalir, tidak dalam suatu kondisi tertentu. Anda berbicara satu sama lain bila Anda mau, bukan karena Anda harus melakukannya. Dan meskipun terjadi 1-2 hari tanpa komunikasi dengan Dia, maka biarlah hal itu terjadi. Anda dan Dia mungkin sibuk. Dan sebenarnya secara berkala memiliki waktu sendiri adalah hal yang menyehatkan.

BACA  Gimana Cara Menyikapi Pasangan Yang Sedang Menstruasi ?

Bila Anda memaksa komunikasi, dua hal bisa terjadi. Yang pertama adalah Anda pasti akan mengalami hari-hari dimana Anda tidak memiliki banyak topik untuk dibicarakan (atau merasa tidak ingin berbicara), Anda akan kelabakan dan akan mengisi komunikasi Anda dengan hal hal yang tidak berarti. Jika Anda hanya setengah memikirkan hubungan Anda dan menghabiskan waktu bersama pasangan Anda bukan karena Anda menginginkannya tapi karena Anda merasa berkewajiban. Itu adalah pertanda hubungan yang buruk antara pasangan.

Komunikasi seperti ini sering menciptakan lebih banyak masalah daripada menyelesaikan masalah.

Masalah kedua yang bisa terjadi dari komunikasi yang terpaksa ini adalah salah satu atau kedua orang bisa mulai merasa tidak hormat kepada pasangannya sepanjang waktu. Kebencian ini kemudian memicu perkelahian bodoh yang hampir selalu berubah menjadi beberapa bentuk, seperti merasakan “Aku berkorban lebih banyak dari Kamu !” “Tidak, Aku berkorban lebih banyak dari Kamu !”

Argumen ini tidak pernah mengarah ke arah yang bermanfaat.

Cara terbaik adalah dengan membuat semua pilihan komunikasi. Anda berdua dapat memilih berjalan kapan saja. Pahami bahwa pasangan Anda adalah manusia yang memiliki hubungan sosial tidak hanya dengan Anda, dan agar bahagia, Dia perlu berhubungan dengan hal hal lain.

Untuk melakukan hal ini membutuhkan sesuatu yang disebut “kepercayaan.” Ini adalah konsep dalam cerita cerita romantis. Tapi silahkan Anda coba buktikan sendiri.

4. Pastikan Bahwa Jarak Jauh Yang Terjadi Itu Hanya Bersifat Sementara

Hubungan jarak jauh tidak bisa bertahan tanpa harapan. Dan agar ada harapan, harus ada kemungkinan bahwa kalian berdua suatu hari nanti akan bersama dan mencapai akhir yang bahagia dan indah.

Tanpa visi bersama bahagia sampai selamanya, segala sesuatu dengan cepat akan mulai terasa tidak berarti.

Ingat, cinta itu tidak cukup. Anda berdua perlu memiliki visi hidup yang selaras, nilai bersama dan kepentingan bersama. Jika Dia mengambil pekerjaan dalam jangka waktu puluhan tahun di suatu negara atau diluar kota, dan karirnya terhenti di tempat tertentu tanpa ada peningkatan, maka tidak akan ada banyak harapan untuk hubungan itu, tidak peduli berapa banyak pasangan bisa saling mencintai.

Tidak hanya harus ada beberapa visi bersama tentang masa depan yang mungkin bagi Anda bersama, tapi Anda berdua juga harus merasa seolah-olah Anda sedang bekerja menuju visi itu.

Karena saat Anda terjebak dalam hubungan jarak jauh, Anda sebenarnya tidak tahu bagaimana rasanya berkencan dengan orang tersebut. Anda hanya dapat merasakannya setengah, terasa samar samar rasanya.

Tentu Anda tahu kepribadian Dia dan kualitas yang menarik dalam diri Dia. Tapi Anda tidak tahu kenyataannya. Ibaratnya Anda tidak tahu “kutu” pada masing-masing. Bagaimana Dia menghindari kontak mata ketika dia sedih. Apakah Dia sering membuat berantakan kamarnya dan cara Dia menyangkal bahwa bukan Dia yang melakukannya. Bagaimana Dia selalu terlambat menghadiri acara penting. Cara Dia membuat alasan untuk perilaku Ibunya yang tidak dapat Anda terima. Cara Dia menceritakan segala sesuatu melalui film yang ditontonnya. Kecenderungannya untuk dengan mudah tersinggung pada komentar tentang penampilannya. Dan lain sebagainya.

Anda tidak merasakan hubungan sebenarnya sampai Anda berada di sana, secara pribadi, secara berhadapan langsung. Di sinilah keintiman sejati ada. Dalam ruang pribadi yang terbatas antara dua orang yang telah menghabiskan banyak hal bersama, banyak waktu untuk saling berhubungan satu sama lain. Kedekatan ini terkadang tidak berjalan dengan baik. Dan terkadang menjengkelkan. Terkadang tidak menyenangkan. Tapi itulah bentuk nyata dalam suatu hubungan. Dan itulah yang menentukan apakah sebuah hubungan akan bertahan atau tidak.

Jarak mencegah kedekatan yang terjadi ini. Ketika Anda terpisah, maka terlalu mudah untuk mengidealkan segala sesuatu dan bersikap romantis. Terlalu mudah untuk mengabaikan perbedaan yang penting. Terlalu mudah terjebak dalam drama pikiran Anda, dimana hal itu bukanlah hal yang nyata.

Tapi apakah hubungan seperti itu bisa berjalan ? tentu saja bisa. Tapi apakah hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik ? biasanya tidak dapat. Tapi hal tersebut belum tentu seperti itu adanya, paling tidak Anda harus mencoba menjalankan hubungan tersebut.


Terima kasih sudah membaca artikel

Bagaimana Mempertahankan Hubungan LDR

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply