Dalam Menjalin Hubungan, Apakah Cukup Dengan Cinta Saja ?

Dalam Menjalin Hubungan, Apakah Cukup Dengan Cinta Saja ? – Dalam budaya dan kehidupan sehari hari Anda, banyak dari Anda yang bersikap idealis berkaitan dengan cinta. Film, cerita dan sejarah Anda semua memujanya sebagai tujuan akhir dari hidup ini, dan sebagai solusi untuk semua rasa sakit dan perjuangan adalah dengan cinta. Dan karena Anda cenderung mengidealkan cinta, maka Anda terkadang melebih-lebihkan hal tersebut. Akibatnya, hubungan yang terjalin menjadi tidak berkualitas.

Dalam Menjalin Hubungan, Apakah Cukup Dengan Cinta Saja ?

Ketika Anda percaya bahwa yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan hanyalah cinta,  maka Anda cenderung mengabaikan nilai-nilai fundamental seperti rasa hormat, kerendahan hati dan komitmen terhadap orang-orang yang Anda sayangi. Lagi pula, jika cinta bisa menyelesaikan segalanya, mengapa repot-repot dengan semua hal-hal lain yang sulit ?

Tapi jika Anda percaya bahwa cinta saja tidak cukup, maka Anda mengerti bahwa hubungan yang sehat membutuhkan lebih dari sekadar emosi murni atau nafsu yang tinggi. Dan Anda mengerti bahwa ada hal-hal yang lebih penting dalam hidup dan hubungan yang Anda jalani, daripada hanya sekadar jatuh cinta. Dan kesuksesan hubungan Anda bergantung pada nilai-nilai yang lebih dalam dan lebih penting.

Dalam Menjalin Hubungan, Apakah Cukup Dengan Cinta Saja ?

Tiga Fakta Tentang Cinta

Ketika Anda mengidealkan cinta, maka hal itulah yang menyebabkan Anda mengembangkan harapan yang tidak realistis tentang apa sebenarnya arti cinta dan hal apa yang bisa dilakukan cinta untuk diri Anda. Harapan yang tidak realistis ini kemudian menyabotase hubungan yang sangat Anda sayangi sejak awal.

1. Cinta Tidak Menandakan Kecocokan.

Hanya karena Anda jatuh cinta pada seseorang tidak berarti Dia adalah pasangan yang baik untuk Anda untuk jangka panjang. Cinta adalah proses emosional. Kecocokan satu dengan lainnya adalah proses logis. Dan keduanya tidak berhubungan satu sama lain dengan sangat baik.

Mungkin saja Anda jatuh cinta pada seseorang yang tidak memperlakukan Anda dengan baik, atau dengan orang yang membuat merasa diri Anda lebih buruk, atau dengan orang yang tidak menghormati Anda, sama seperti Anda menghormati orang tersebut, atau orang yang memiliki kehidupan yang hancur dan mengancam untuk membawa Anda kedalam kehidupan yang buruk tersebut bersama dengan Dia.

Sejujurnya hubungan seperti itu sudah salah sebelum dimulai.

Saat mencari pasangan atau berpacaran, Anda bukan hanya harus menggunakan hati, tapi juga pikiran. Tidak dipungkiri Anda ingin menemukan seseorang yang membuat jantung terasa berdebar debar saat bertemu. Tapi Anda juga perlu mengevaluasi nilai seseorang, bagaimana Dia memperlakukan diri Dia sendiri, bagaimana Dia memperlakukan orang-orang yang dekat dengan Dia, serta ambisi dan pandangan dunia Dia pada umumnya. Karena jika Anda jatuh cinta dengan seseorang yang tidak sesuai dengan diri Anda. Sangat besar kemugkinan untuk Anda mengalami saat saat buruk dalam hubungan.

2. Cinta Tidak Memecahkan Permasalahan Dalam Hubungan.

Sering kali Anda mendengar pasangan yang jatuh cinta satu sama lain, yang mengalami drama dan pertengkaran tanpa henti.

Dan setiap kali bertengkar, keesokannya akan kembali ke satu sama lain, menata dan mengingatkan satu sama lain betapa gilanya satu sama lain, dan bahwa tak satu pun dari hal-hal kecil itu penting karena ada cinta diantara mereka, dan cinta yang ada diantara mereka itu akan menemukan cara untuk menyelesaikannya dan semuanya akan menjadi baik baik saja, cukup tunggu dan lihat saja. Cinta membuat Anda merasa seperti Anda dapat menyelesaikan semua masalah, padahal pada kenyataannya masalah tersebut masih berada disana untuk dibicarakan dan diselesaikan, dan sama sekali tidak ada yang berubah.

Seperti yang bisa Anda bayangkan, tidak satu pun masalah terselesaikan. Perkelahian itu berulang-ulang. Argumen semakin memburuk. Ketidakmampuan untuk selalu melihat satu sama lain mengantung di sekitar leher Anda. Hal itu benar benar berada di titik di mana bahkan Anda tidak bisa mengkomunikasikannya secara efektif. Jam demi jam berlalu berbicara di telepon satu sama lain tanpa benar-benar ada yang bermakna diucapkan. Dan ketika Anda melihat ke belakang, ternyata tidak ada harapan untuk hubungan yang Anda jalani akan berlangsung lama.

Apakah Cinta Bisa Menaklukkan Semua Rintangan ?

Hal yang bisa dipetik adalah cinta bisa membuat Anda merasa lebih baik jika terjadi masalah hubungan, namun hal itu sebenarnya tidak menyelesaikan masalah Anda dalam hubungan.

Emosi yang naik turun bisa memabukkan, dimana perasaan yang mendalam menjadi lebih berarti antara Anda dan Dia, dan akan menjadi berguna jika ada dasar yang stabil dalam hubungan, karena gelombang emosi yang naik tersebut akhirnya akan datang dan merusak hubungan yang sudah lama terjalin.

3. Tidak Selalu Layak Mengorbankan Diri Demi Cinta.

Salah satu karakteristik yang menentukan untuk mencintai seseorang adalah Anda dapat berpikir di luar diri sendiri dan kebutuhan sendiri untuk membantu orang lain dan kebutuhan Dia juga.

BACA  Asal Kau Bahagia..Dia Mengatakan Hal Itu Pada Anda ?

Tapi pertanyaan yang jarang ditanyakan tapi cukup baik adalah apakah yang Anda korbankan itu dan apakah layak ?

Dalam hubungan cinta, normal bagi kedua orang untuk sesekali mengorbankan keinginan mereka sendiri, kebutuhan mereka sendiri, dan waktu mereka sendiri satu sama lain.

Tapi ketika harus mengorbankan harga diri, martabat, tubuh fisik, ambisi dan tujuan hidup, hanya untuk bisa bersama seseorang, maka cinta yang seperti itu akan menimbulkan masalah. Hubungan cinta seharusnya melengkapi identitas individual Anda, tidak merusak atau menggantinya. Jika kita menemukan diri Anda dalam situasi di mana Anda mentoleransi perilaku yang tidak sopan atau kasar, maka pada intinya apa yang sedang Anda lakukan yaitu Anda membiarkan cinta tersebut mengkonsumsi dan meniadakan diri Anda, dan jika tidak berhati-hati, hal tersebut justru akan meninggalkan diri Anda.

Bandingkan Dengan Persahabatan

Salah satu saran hubungan tertua dalam buku adalah, “Anda dan pasangan Anda seharusnya menjadi teman terbaik.” Kebanyakan orang melihat nasihat itu secara positif dimana Anda harus meluangkan waktu bersama pasangan seperti Anda melakukannya dengan sahabat terbaik, Anda harus berkomunikasi secara terbuka dengan pasangan seperti yang Anda lakukan dengan sahabat terbaik, Anda harus bersenang-senang dengan pasangan seperti yang dilakukan dengan sahabat terbaik.

Tapi orang juga harus melihatnya dalam hal negatif yaitu maukah Anda menoleransi perilaku negatif pasangan Anda seperti dengan teman terbaik Anda ?

Luar biasanya, ketika Anda bertanya kepada diri sendiri pertanyaan ini dengan jujur, dalam hubungan yang paling tidak sehat, jawabannya adalah tidak.

Mengapa Anda mentolerir perilaku pasangan dalam hubungan yang tidak akan pernah Anda tolerir juga dalam persahabatan ?

Bayangkan jika teman terbaik pindah dan tinggal bersama dengan Anda, menghancurkan tempat Anda, menolak untuk mencari pekerjaan atau membayar uang sewa, meminta Anda memasak makan malam untuk mereka, dan marah dan berteriak kepada Anda kapan pun Anda mengeluh. Maka persahabatan seperti ini akan berakhir lebih cepat.

Atau contoh situasi lain yaitu wanita yang sangat pencemburu bersikeras untuk menemani pasangannya dalam perjalanan bisnis untuk memastikan bahwa pasangannya tidak digoda oleh wanita lain. Hidupnya praktis di bawah pengawasan 24 jam seperti CCTV dan itu akan berpengaruh ke harga dirinya. Seolah harga diri pasangan tidak berarti. Akhirnya pasangan menjadi tidak percaya diri dalam melakukan hal apapun.

Namun mereka tetap bersamanya, mengapa ? Karena Dia sedang jatuh cinta!

Ingatlah: Satu-satunya cara untuk menikmati cinta dalam hidup Anda sepenuhnya adalah memilih untuk berbuat sesuatu yang lebih penting dalam hidup, dan itu lebih daripada cinta.

Anda bisa jatuh cinta dengan berbagai macam orang sepanjang perjalanan hidup Anda, Anda bisa jatuh cinta dengan orang-orang yang baik untuk Anda ataupun orang-orang yang buruk untuk Anda, Anda bisa jatuh cinta dengan cara yang sehat ataupun cara yang tidak sehat, Anda bisa jatuh cinta pada saat muda ataupun pada saat sudah tua. Cinta itu tidak unik, cinta itu tidak spesial dan cinta tidak langka.

Tapi harga diri Anda, martabat dan kemampuan Anda untuk mempercayai adalah penting. Mungkin ada banyak cinta di sepanjang hidup Anda, tapi begitu Anda kehilangan harga diri, martabat atau kemampuan Anda untuk mempercayai, maka semua hal itu akan sangat sulit untuk dikembalikan.

Cinta adalah pengalaman yang indah. Ini adalah salah satu pengalaman hidup terbesar yang ditawarkan. Dan itu adalah sesuatu yang diinginkan oleh setiap orang untuk dirasakan dan dinikmati.

Tapi seperti pengalaman lainnya, hal tersebut bisa jadi baik atau tidak baik sama sekali. Seperti pengalaman lainnya dalam hidup, hal tersebut tidak boleh di ijinkan untuk menentukan siapa jati diri Anda, identitas Anda dan tujuan hidup Anda. Anda tidak boleh membiarkan hal buruk menggerogoti hidup Anda. Dan Anda tidak bisa mengorbankan identitas dan harga diri Anda untuk hal itu. Karena saat Anda melakukan itu, Anda akan kehilangan cinta dan kehilangan diri Anda.

Karena Anda membutuhkan lebih banyak hal dalam hidup ini selain cinta. Cinta itu bagus, cinta itu perlu dan cinta itu indah. Tapi cinta saja tidak cukup.


Terima kasih sudah membaca artikel

Dalam Menjalin Hubungan, Apakah Cukup Dengan Cinta Saja ?

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply